Kemaluan itu untuk ditutupi, bukan dibanggakan. Apalagi di pamer-pamerkan. Kemaluan jika diambil dari kata dasar malu, maka bisa menjadi malu-malu, malulah, memalukan. Jangan malu-malu untuk melakukan hal yang baik. Malulah jika ternyata tidak memiliki prestasi.

Kalimat tersebut sebenar berasal dari dialog antara Pak Budi dan Pak Sastro, kedua tampak asyik berdialog membicarakan anggota WMS yang malu untuk diajak maju. Continue reading “Kemaluan itu untuk ditutupi,..”